Dinas Perpustakaan Belajar Komputer dan Internet

Dinas Perpustakaan Belajar Komputer dan Internet -Dinas Perpustakaan Kabupaten Labuhanbatu dibawah kepemimpinan Ir. H. Leo Sunarta Marpaung, M.MA terus melakukan terobosan dan inovasi untuk mencerdaskan masyarakat dan anak bangsa di Bumi Ikabina En Pabolo ini dengan berbagai program dan kegiatan, salah satunya yang sedang dilaksanakan saat ini adalah melaksanakan Kelas Belajar Komputer dan Internet yang berlangsung di Lantai II Dinas Perpustakaan Kabupaten Labuhanbatu Jln. Meranti Rantauprapat.

Saat ditemui di kantornya, Rabu (30/1/2019) pagi, Kepala Dinas Perpustakaan ini menjelaskan, Kelas Belajar Komputer dan Internet ini merupakan salah satu dari Program Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Umum Kabupaten Labuhanbatu berbasis inklusi sosial. daftar joker123

Pelatihan komputer dan internet yang kita laksanakan ini yaitu Microsoft office dan Excel ini adalah salah satu dari program Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Umum Kabupaten Labuhanbatu berbasis inklusi sosial, tujuan diharapkannya pelatihan les komputer gratis ini, agar para mahasiswa/i dan siswa/i atau para peserta kursus pelatihan ini dapat mengoperasikan  sistem IT untuk membaca buku atau aplikasi secara online, karena Perpustakaan kita ini sudah memakai Aplikasi Perpustakaan Digital yang lebih dikenal dengan “e-Book”, jadi para pengguna tidak seluruhnya lagi menggunakan buku kompensional, tapi dengan membuka aplikasi digital kita dapat mempergunakan fasilitas yang disediakan oleh Perpustakaan Umum Kabupaten Labuhanbatu, jelas Ir. H. Leo Sunarta Marpaung, M.MA.

Menurutnya, Kegiatan yang dilaksanakan ini adalah salah satu terobosan dari program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yaitu Revitalisasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, dimana program ini adalah bagaimana meningkatkan tarap hidup dan tarap pendidikan masyarakat dengan membaca atau dengan mempergunakan akses perpustakaan, salah satu yang kami laksanakan adalah pendidikan atau pelatihan komputer microsoft office dan excel yang diberikan kepada para Mahasiswa, SMA/SMK yang sedang melaksanakan praktek kerja lapangan di Dinas Perpustakaan dan beberapa orang tenaga-tenaga pelayanan perpustakaan.

Kegiatan ini adalah bersifat gratis dan diharapkan para peserta kursus atau belajar ini dapat mahir menggunakan program microsoft office dan excel sehingga kedepannya penggunaan perpustakaan tidak lagi bersifat kompensional tetapi sudah berbentuk atau berbasis IT dan anak-anak kita ini dapat mempergunakan tekhnologi ini dengan trampil, harapan kita nanti mereka juga dapat nanti memberi penyebaran ilmu mereka kepada teman-teman yang lain.

Adapun sebagai tenaga pengajar adalah para pegawai Dinas Perpustakaan dan ini bersifat gratis dan mereka melaksanakannya dengan sukarela serta tidak disediakan honor oleh Dinas, karena inilah salah satu program Revitalisasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dialokasikan pemerintah pusat ke Kabupaten Labuhanbatu, dimana untuk seluruh indonesia penerima manfaat dari program ini cukup banyak di seluruh Kabupaten, kedepannya kita akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang lebih luas dan beragam lagi seperti pelatihan berbahasa inggris dan pengelolaan perpustakaan sekolah maupun taman bacaan masyarakat.

Dijelaskan Ir. H. Leo Sunarta Marpaung, M.MA bahwa pelatihan atau kegiatan adalah untuk angkatan yang ke-III, dimana pada angkatan I dan II pesertanya diikuti oleh masyarakat dari TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang sudah dilaksanakan pada bulan Nopember dan Desember 2018 yang lalu.

Sementara, Salah seorang peserta Dewi Astuti (21) Mahasiswi ULB Semester IV yang beralamat di Pulau Padang Kecamatan Rantau Utara mengutarakan, pelajaran tentang komputer itu masuk diakal dan saya baru ini mengikuti les/belajar komputer di Dinas Perpustakaan, setelah saya ikuti ternyata pelajarannya nyambung dan kita lebih bisa fokus dengan pelajaran yang diajarkan oleh tenaga pengajar dan saya mengikuti semua peraturan-peraturan yang ada di les komputer ini.

Kemudian dari apa yang diajarkan oleh para tenaga pengajar dari Dinas Perpustakaan ini bisa ditanggapi dengan baik, karena saya mahasiswi juga di ULB dan saya belum paham tentang komputer, makanya saya ikut les/belajar komputer disini secara gratis/tidak dipungut biaya apapun, belajar komputer ini biasanya dilaksanakan dari pukul 08.30 s/d 11.30 wib setiap hari jam kerja.

Dewi Astuti berharap Dinas Perpustakaan dapat terus berpacu dalam menciptakan inovasi-inovasi dan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Labuhanbatu terutama bagi kami para generasi muda harapan bangsa yang ingin terus maju dan berkarya serta ber-ilmu.

Continue Reading

Share

Ibu Rumah Tangga Belajar Ilmu Program Komputer

Ibu Rumah Tangga Belajar Ilmu Program Komputer -Dengan adanya Ibu rumah tangga diketahui lebih cepat menerima atau belajar materi pemrograman komputer. Dengan adanya Hal tersebut terlihat dari program Coding Mum yang telah diselenggarakan pada hari Senin (25/4/2016) lalu.

Pendiri Clevio Coder Camp Aranggi Soemardjan, salah satu pihak penyelenggara acara Coding Mum, bahkan sampai mengaku kaget dengan cepatnya penyerapan materi oleh kaum ibu rumah tangga tersebut. Kecepatan dalam menerima materi pembelajaran ini cenderung lebih baik jika dibandingkan dengan sebagian orang yang khusus memelajari bahasa pemrograman komputer sekalipun. http://162.214.145.83/

Aranggi juga mengungkapkan bahwa antusiasme terhadap program pembelajaran bahasa perograman itu juga terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan antusiasme tersebut tidak terbendung lagi oleh waktu dan batas usia. Para peserta latihan, ujar Aranggi, bisa berdiskusi perihal bahasa program di grup WhatsApp hingga pukul 02.00 pagi. Tingkat kepedulian tinggi Menurutnya, peningkatan antusiasme itu terjadi menyusul kepedulian dan pemahaman yang sudah dimiliki terkait dengan relatif pentingnya pengetahuan mengenai bahasa pemrograman komputer.

Tantangannya sendiri adalah bagaimana membuat lebih banyak kaum ibu mengetahui dan memahami pentingnya bahasa program tersebut. Aranggi berkata kebutuhan untuk hal tersebut memang relatif besar. Ini bisa dilihat dari sejumlah permintaan dari beberapa pihak. Permintaan itu bahkan datang tatkala sebagian ibu rumah tangga tadi belum lagi menuntaskan materi program yang mesti dipelajarinya.

Dengan adanya Coding Mum sendiri merupakan program pendidikan dan pelatihan bahasa program komputer yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Clevio Coder Camp. Acara ini telah bergulir sejak Februari lalu.

“Buat website? Aduh, kayaknya gue ga ngerti deh yang gitu-gitu.”

“Halah, pake buat website. Kita sambil Ngurusin anak ama suami aja dah sibuk, Lagipula gue gaptek.”

Sering kan denger pernyataan kaya gini? Perempuan memang masih dianggap sebagai”makhluk kelas dua”di dunia teknologi. Membuat website masih dianggap hal aneh dan hanya bisa dilakukan oleh pakar IT semata. Apa bener begitu?

Ternyata nggak lho. Lewat program Coding Mum yang diadakan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), para ibu rumah tangga membuktikan mereka bisa kok handal di bidang IT. Hebatnya, mereka juga banyak yang bisa bekerja di industri secara freelance atau membuka usaha sendiri lewat website yang mereka hasilkan. Sambil masak, ngurus anak dan suami, mereka tetep bisa berpenghasilan. Mantap kan?

Diah Paramita, alumni Coding Mum Bandung, bercerita soal pelatihan ini. “Di Coding Mum kita diajarkan membuat website dari awal. Jadi benar-benar diajarin bahasa programer. Selama ini kita kan taunya buat web atau blog ya pake Blogspot atau WordPress yang templatenya udah ada. Dengan begitu, ternyata memang berat juga ya buat web from scratch,”ujar Diah kepada Astaga.com.

Program ini terdiri dari lima belas kali pertemuan dan tiap pertemuan itu berlangsung selama tiga jam. Dari belajar membuat website itu, nantinya kita bisa mengembangkan apakah akan jadi toko online, blog pribadi, atau majalah online.

Nah bagimana tuh menurut para ibu yang masih awam tiba-tiba belajar IT yang terkesan rumit? “Awalnya memang asing ya denger istilah kaya HTML. Tapi perlahan-lahan ternyata bisa kok,”ujar wanita berjilbab ini.

Tantangan mengajar para ibu rumah tangga ini juga dirasakan salah satu mentor Coding Mum, Sofyan. Dengan Pria yang menjadi mentor di program Coding Mum Makassar ini sempet bingung saat ditawarin ikut program Training of Trainer untuk Coding Mum.

“Pertanyaan saya, bisa gak ya. Mahasiswa saya aja dikasih tugas belum tentu bisa. Lalu, gimana ngajarinnya. Lalu, kita ini kekurangan programer, lah lulusan saya ini ke mana kok harus melatih ibu-ibu? Masalahnya apa? Itu empat pertanyaan yang muncul di benak saya,”ujar dosen STMIK Kharisma Makassar tersebut.

Dengan kita Mengajarkan cara membuat website kepada ibu-ibu jelas beda dengan mengajar materi yang sama kepada mahasiswa. Sofyan memulai dengan mengajak ibu-ibu berbagi mengenai hal-hal sehari-hari. Misal, ngomongin makanan, lalu anak. Antusias kan? Nah, baru di situ masuk materi.

Terus, kira-kira bisa gak ya? Ternyata hasilnya wow. Sofyan memuji antusiasme para ibu untuk belajar, bahkan di dua pertemuan terakhir mereka meminta kelas tambahan. Ini karena mereka semua berlomba menampilkan presentasi terbaiknya.

Seru kan ternyata belajar jadi programer? Tapi, ngomong-ngomong kenapa sih ada program Coding Mum?

Continue Reading

Share

Google Summer of Code

Google Summer of Code -Dengan adanya Google mengajak para mahasiswa seluruh dunia untuk mengikuti program yang akan diadakannya. Dengan Google akan mengadakan sebuah program yang di dalamnya memungkinkan para mahasiswa dapat belajar tentang bagaimana cara menuliskan baris kode pemrograman dan bekerja dengan proyek open source yang menarik selama liburan musim panas.

Dengan begitu Google mengajak para mahasiswa untuk mengikuti program Google Summer of Code (GsoC). Selama dua belas tahun, Google memberikan kesempatan kepada peserta untuk bekerja pada proyek perangkat lunak yang bersifat open source menggunakan jalur online sepenuhnya. Dalam program ini, seluruh mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta akan dipasangkan kepada mentor-mentor yang dapat menjawab seluruh pertanyaan teknis dan mengeluhkan program tersebut.

Selain mendapatkan pendanaan untuk kesuksesan kontribusinya, para peserta juga mendapatkan beberapa keuntungan dengan mengikuti program ini. Dengan adanya Peserta Google Summer of Code sebelumnya mengatakan bahwa mereka dapat mempertajam keterampilan teknis yang dimilikinya selama berlangsungnya program. Tak hanya itu, para peserta dapat meningkatkan kepercayaandirinya dan memperluas jaringan profesional serta meningkatkan ringkasan yang dimilikinya.

Google memberikan batas waktu pendaftaran untuk program ini sampai tanggal 25 Maret 2016 pukul 19:00 UTC. Dengan kita mendaftar Google Summer of Code ini dilakukan dengan mengumpulkan ide tentang proyek open source pada situs program. Dengan Google memberikan beberapa contoh proyek open source yang telah dikembangkan untuk memancing ide-ide baru para calon peserta dan memberikan Student Manual yang akan sangat membantu.

Google Summer of Code, sering disingkat GSoC, adalah program tahunan internasional, pertama kali diadakan dari Mei hingga Agustus 2005, di mana Google memberikan penghargaan, yang tergantung pada paritas daya beli negara tempat universitas milik mahasiswa, untuk semua siswa yang berhasil menyelesaikan proyek pengkodean perangkat lunak bebas dan sumber terbuka yang diminta selama musim panas. Program ini terbuka untuk mahasiswa berusia 18 tahun ke atas.

Gagasan untuk Summer of Code datang langsung dari para pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page. Dari 2007 hingga 2009 Leslie Hawthorn, yang telah terlibat dalam proyek ini sejak 2006, adalah manajer program. [3] Dari 2010 hingga 2015, Carol Smith adalah manajer program. Pada 2016, Stephanie Taylor mengambil alih pengelolaan program.

Pada tahun 2005, lebih dari 8.740 proposal proyek diajukan untuk 200 posisi siswa yang tersedia. [1] Karena respon yang luar biasa, Google memperluas program ke 419 posisi.

Organisasi pendampingan bertanggung jawab untuk meninjau dan memilih proposal, dan kemudian memberikan bimbingan kepada para siswa untuk membantu mereka menyelesaikan proposal mereka. Siswa yang berhasil menyelesaikan proposal mereka untuk kepuasan organisasi pendampingan mereka dianugerahi $ 4.500 dan T-shirt Google Summer of Code, sementara $ 500 per proyek dikirim ke organisasi pendampingan. [1] Sekitar 80% proyek berhasil diselesaikan pada tahun 2005, meskipun tingkat penyelesaian bervariasi berdasarkan organisasi: Ubuntu, misalnya, melaporkan tingkat penyelesaian hanya 64%, dan KDE melaporkan tingkat penyelesaian 67%. Banyak proyek yang dilanjutkan selama musim panas, meskipun periode SOC telah berakhir, dan beberapa perubahan arah ketika mereka berkembang.

Untuk Summer of Code pertama, Google dikritik karena tidak memberikan waktu yang cukup untuk membuka organisasi sumber sehingga mereka dapat merencanakan proyek untuk Summer of Code. Terlepas dari kritik ini, ada 41 organisasi yang terlibat, termasuk FreeBSD, Apache, KDE, Ubuntu, Blender, Mozdev, dan Google sendiri. daftar joker123

Menurut sebuah posting blog oleh Chris DiBona, manajer program open source Google, “sekitar 30 persen siswa terjebak dengan grup mereka melewati SoC [Summer of Code].” Pengembang Mozilla, Gervase Markham, juga berkomentar bahwa tidak satu pun dari 10 proyek Mozilla yang disponsori Google selamat setelah acara tersebut.

Namun, proyek Gaim (sekarang Pidgin) dapat meminta cukup dukungan pengkodean melalui acara tersebut untuk memasukkan perubahan ke dalam Gaim (sekarang Pidgin) 2.0; Jabber Software Foundation (sekarang XMPP Standards Foundation) dan proyek KDE juga menghitung beberapa proyek yang masih ada dari acara tersebut (KDE hanya menghitung 1 proyek berkelanjutan dari 24 proyek [1 yang disponsori).

Continue Reading

Share

Harus Diketahui Tentang PHP 7

Harus Diketahui Tentang PHP 7 -PHP adalah singkatan dari Hypertext Prepocessor, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan secara luas untuk pengembangan aplikasi berbasis web dan bisa digunakan bersamaan dengan HTML. Dalam Bahasa PHP ini diciptakan oleh Rasmus Lerdorf pertama kali tahun 1994.

Sudah kita ketahui, PHP merupakan bahasa pemrograman yang cukup populer di dunia. Maka dari itu Hal ini terbukti  dengan banyaknya framework yang dibuat menggunakan PHP seperti CodeIgniter, Yii, dan lainnya. Perkembangan PHP dirasa cukup cepat dan sudah menginjak versi ke 7. Diketahui Pada versi ke 7 ini ada beberapa hal yang harus diketahui tentang PHP 7.

Kinerja

Sebelumnya, mungkin kita pernah mendengar Facebook HHVM yang merupakan sebuah program yang dipergunakan untuk memberikan performa maksimal pada aplikasi berbasis PHP. PHP 7 ini disebut juga PHPNG (PHP-Next-Gen) untuk memberikan performa maksimal seperti Facebook HHVM. joker123 deposit pulsa

Peningkatan kinerja PHP dipimpin oleh Zend yang telah melakukan peningkatan kinerja yang sangat besar dan para developer dapat menemukan patokan terhadap HHVM. Dengan kita tidak mengubah kodingan, dapat memberikan kinerja yang sangat besar hanya dengan melakukan upgrade ke PHP 7. Dengan begitu, banyaknya fitur yang merupakan bagian dari peningkatan kinerja PHP 7.

Scalar Type Hints & Return Types

Banyak developer ingin menyatakan fungsi untuk Return Types. Pada PHP 7 ini, memungkinkan para developer untuk menyatakan fungsi Return Types guna mengembalikan nilai.

Contoh di atas merupakan kodingan Facebook HACK. Dalam contoh bool ini, kodingan diatas menunjukkan fungsi akan kembali hanya untuk nilai boolean.

Spaceship Operator

Pada PHP versi 7 ini diperkenalkannya operator baru yang disebut Spaceship Operator (<=>) atau sering disebut operator perbandingan gabungan. Operator ini digunakan dalam memilih dan mengkombinasikan perbandingan.

Contoh sebelum PHP 7 :

Contoh di atas merupakan kodingan Facebook HACK. Dalam contoh bool ini, kodingan diatas menunjukkan fungsi akan kembali hanya untuk nilai boolean.

Spaceship Operator

Pada PHP versi 7 ini diperkenalkannya operator baru yang disebut Spaceship Operator (<=>) atau sering disebut operator perbandingan gabungan. Operator ini digunakan dalam memilih dan mengkombinasikan perbandingan.

Contoh sebelum PHP 7 :

PHP adalah bahasa pemrograman yang berfokus pada web, jadi memproses data pengguna adalah kegiatan yang sering. Dalam pemrosesan seperti itu, adalah umum untuk memeriksa keberadaan sesuatu, dan jika tidak ada, gunakan nilai default. Namun cara paling sederhana untuk melakukan ini, sesuatu di sepanjang garis penerbit ($ _ DAPATKAN [‘mykey’])? $ _GET [‘mykey’]: “”, tidak perlu rumit. Operator ternary pendek,?: Menyediakan cara untuk melakukan ini dengan lebih mudah: $ _GET [‘mykey’]?: “”. Namun, ini bukan praktik yang baik, karena jika nilainya tidak ada, itu akan meningkatkan E_NOTICE. Karena masalah ini, semacam ifsetor () operator atau modifikasi perilaku?: Untuk membuat pola umum ini lebih mudah telah menjadi permintaan yang sering (Lihat Referensi).

RFC ini mengusulkan pengenalan Pohon Sintaksis Abstrak (AST) sebagai struktur perantara dalam proses kompilasi kami. Ini menggantikan praktik memancarkan opcodes yang ada langsung dari parser.

Decoupling parser dan compiler memungkinkan kita untuk menghapus sejumlah peretasan dan membuat implementasi lebih mudah dikelola dan dimengerti secara umum. Selain itu memungkinkan penerapan sintaks yang tidak layak dengan proses kompilasi single-pass.

Dalam implementasi berbasis AST baru kompiler sepenuhnya dipisahkan dari parser, yang mengarah pada peningkatan kualitas kode dan rawatan. Dalam beberapa contoh berikut perbaikan tersebut dibahas:

Parser tidak perlu lagi mendefinisikan produksi terpisah dalam kasus di mana sintaksis yang sama memerlukan kompilasi yang berbeda. Misalnya ekspresi skalar statis tidak perlu lagi mendefinisikan ulang semua operasi dasar dan dapat menggunakan kembali produksi expr normal.

Pengurai membutuhkan tindakan semantik aturan tengah yang jauh lebih sedikit. Sekarang pengurangan aturan tengah hanya digunakan untuk membuat cadangan komentar dokumen, sedangkan sebelumnya penggunaannya ada di mana-mana.

Terlepas dari masalah kualitas kode, ini bermanfaat karena tindakan mid-rule memaksa parser untuk mengurangi lebih awal, yaitu parser diizinkan untuk memeriksa sejumlah kecil token untuk memutuskan aturan mana yang harus dikurangi. Ini membatasi sintaks yang dapat kita terapkan.

Continue Reading

Share

Melatih Teliti Terhadap Detail

Melatih Teliti Terhadap Detail -Dalam membangun sebuah program, sering kali seorang developer akan mengalami sebuah permasalahan, salah satunya adalah program yang dibangun eror saat diverifikasi atau di-build. Permasalahan ini akan memerlukan sedikit ketelitian untuk mengatasinya.

Adanya Seorang developer harus mengecek ulang kode, dan mencari bagian kode yang menyebabkan terjadinya permasalahan. Jika hal tersebut belum menyelesaikan masalah, developer masih harus mengecek berbagai hal yang berkaitan dengan program yang dibangun tersebut, seperti mengecek power yang digunakan jika dalam membuat program untuk perangkat keras, atau mengecek koneksi internet jika tools yang digunakan berjalan secara online.

Apalagi bagi pemula atau orang yang sedang belajar, permasalahan ini tentu akan menjadi bagian dari aktivitas membuat sebuah program. Karena belum terbiasa menulis atau membuat kode, kesalahan-kesalahan menuliskan baris-baris kode akan menjadi rutinitas.

Akan tetapi, dengan terbiasa mencari kesalahan dalam menuliskan kode saat belajar, kita akan menjadi terbiasa dan lebih teliti dalam menuliskan kode dalam membuat sebuah program. Hal ini tentu akan berimbas ke dalam aktivitas kita sehari-hari sebagai salah satu manfaat belajar bahasa pemrograman.

Meningkatkan Kemampuan dalam Mengatasi Masalah

Dengan masyarakat mempelajari bahasa pemrograman, kita akan dilatih untuk menyelesaikan sebuah permasalahan, baik itu tentang bagaimana produk harus bekerja maupun bagaimana mengatasi kesalahan-kesalahan yang terjadi.

Secara tidak sadar, kita juga akan membawa hal ini ke dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi berbagai macam permasalahan yang terjadi. Kita secara tidak sadar akan berpikir secara logis dan sistematis, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Belajar bahasa pemrograman akan memberikan dapampat positif bagi kita. Bahkan dengan adanya perusahaan raksasa teknologi Google pun percaya, dengan belajar program, kita tak hanya akan memperoleh kemampuan dalam melakukan pemrograman, tetapi juga mengembangkan pikiran yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan. Dengan kita memiliki kemampuan untuk memecahkan permasalahan ini akan menjadi salah satu manfaat belajar bahasa pemrograman.

Dengan adanya bahasa pemrograman memiliki macam-macam jenis, mulai dari PHP, Java, C dan lain-lain. Kemunculan bahasa-bahasa ini tentunya juga dipengaruhi perkembangan teknologi dan kebutuhan teknologi itu sendiri. Dalam Bahasa pemrograman juga memiliki andil untuk kemuculan bahasa pemrograman yang lain.

Baru-baru ini Rackspace mengeluarkan infografis yang cukup menarik mengenai perkembangan sejarah dari bahasa pemrograman. Dimulai dari FORTAN dan COBOL hingga sampai saat ini semakin banyak jenis bahasa pemprograman yang bisa membatu anda membuat sebuah produk yang brilian. Atau bahkan jadi produk sejuta umat. joker123

Dalam Beberapa bahasa pemrograman seperti Lisp, ALGOL 69 dan Smalltalk tidak diikutsertakan dalam infographic ini. Tetapi sebagai gantinya Rackspace mencantumkan beberapa produk jebolan yang sukses di pasaran dari masing-masing bahasa pemprograman. Bahasan ini menjadi menarik karena produk sukses dari sebuah bahasa pemrograman ternyata lebih sering muncul dalam periode waktu yang lama.

Computer Scientist, Programmer, dan Developer mungkin merupakan slot pekerjaan yang sedang marak saat ini. Akan Tetapi kalau kita lihat, banyak sekali yang menyamaratakan pekerjaan tersebut dan hanya dipanggil dengan sebutan “orang IT”. Tentunya terkadang dengan imbalan yang juga disamaratakan menjadi “orang IT”. Nah berikut saya coba paparkan hasil pemikiran saya mengenai hal ini. Mengapa? Karena anda harus menghargai posisi dan kemampuan anda sendiri, sebelum anda mau dihargai oleh orang lain. Nahhh maka dari itu apakah anda seorang Computer Scientist, Programmer, atau Developer.

Mereka melakukan “coding” (yap sedikit kejutan mungkin). Dengan adanya “coding” yang mereka lakukan biasanya bukanlah “code” yang “cantik dan ciamik” bukan juga “code” yang bebas dari bug & error, atau bahkan “code” untuk sebuah produk, tapi lebih ke “coding” tester, coba-coba, dan eksperimental. Mengenai Computer Scientist itu layaknya ahli matematika yang masuk ke dunia teknologi, mengimplementasikan ilmu mereka di bidang teknologi untuk membantu memberi solusi serta efisiensi dari sebuah produk IT.

Selain itu mereka tidak berurusan dengan hal-hal teknis yang diperlukan dalam membuat sebuah produk itu berjalan “sempurna”, mereka hanya perlu “membuktikan” bahwa “produk tersebut” BISA digunakan dan LAYAK digunakan. Biasanya pekerjaan utama mereka tidak jauh dari seputar “Riset”, dimana mereka dapat memberikan masukan untuk developer setelah memastikan sesuatu yang mereka teliti dapat berguna atau dapat menjadi fitur baru di sebuah produk.

Continue Reading

Share