Ibu Rumah Tangga Belajar Ilmu Program Komputer

Ibu Rumah Tangga Belajar Ilmu Program Komputer -Dengan adanya Ibu rumah tangga diketahui lebih cepat menerima atau belajar materi pemrograman komputer. Dengan adanya Hal tersebut terlihat dari program Coding Mum yang telah diselenggarakan pada hari Senin (25/4/2016) lalu.

Pendiri Clevio Coder Camp Aranggi Soemardjan, salah satu pihak penyelenggara acara Coding Mum, bahkan sampai mengaku kaget dengan cepatnya penyerapan materi oleh kaum ibu rumah tangga tersebut. Kecepatan dalam menerima materi pembelajaran ini cenderung lebih baik jika dibandingkan dengan sebagian orang yang khusus memelajari bahasa pemrograman komputer sekalipun. http://162.214.145.83/

Aranggi juga mengungkapkan bahwa antusiasme terhadap program pembelajaran bahasa perograman itu juga terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan antusiasme tersebut tidak terbendung lagi oleh waktu dan batas usia. Para peserta latihan, ujar Aranggi, bisa berdiskusi perihal bahasa program di grup WhatsApp hingga pukul 02.00 pagi. Tingkat kepedulian tinggi Menurutnya, peningkatan antusiasme itu terjadi menyusul kepedulian dan pemahaman yang sudah dimiliki terkait dengan relatif pentingnya pengetahuan mengenai bahasa pemrograman komputer.

Tantangannya sendiri adalah bagaimana membuat lebih banyak kaum ibu mengetahui dan memahami pentingnya bahasa program tersebut. Aranggi berkata kebutuhan untuk hal tersebut memang relatif besar. Ini bisa dilihat dari sejumlah permintaan dari beberapa pihak. Permintaan itu bahkan datang tatkala sebagian ibu rumah tangga tadi belum lagi menuntaskan materi program yang mesti dipelajarinya.

Dengan adanya Coding Mum sendiri merupakan program pendidikan dan pelatihan bahasa program komputer yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Clevio Coder Camp. Acara ini telah bergulir sejak Februari lalu.

“Buat website? Aduh, kayaknya gue ga ngerti deh yang gitu-gitu.”

“Halah, pake buat website. Kita sambil Ngurusin anak ama suami aja dah sibuk, Lagipula gue gaptek.”

Sering kan denger pernyataan kaya gini? Perempuan memang masih dianggap sebagai”makhluk kelas dua”di dunia teknologi. Membuat website masih dianggap hal aneh dan hanya bisa dilakukan oleh pakar IT semata. Apa bener begitu?

Ternyata nggak lho. Lewat program Coding Mum yang diadakan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), para ibu rumah tangga membuktikan mereka bisa kok handal di bidang IT. Hebatnya, mereka juga banyak yang bisa bekerja di industri secara freelance atau membuka usaha sendiri lewat website yang mereka hasilkan. Sambil masak, ngurus anak dan suami, mereka tetep bisa berpenghasilan. Mantap kan?

Diah Paramita, alumni Coding Mum Bandung, bercerita soal pelatihan ini. “Di Coding Mum kita diajarkan membuat website dari awal. Jadi benar-benar diajarin bahasa programer. Selama ini kita kan taunya buat web atau blog ya pake Blogspot atau WordPress yang templatenya udah ada. Dengan begitu, ternyata memang berat juga ya buat web from scratch,”ujar Diah kepada Astaga.com.

Program ini terdiri dari lima belas kali pertemuan dan tiap pertemuan itu berlangsung selama tiga jam. Dari belajar membuat website itu, nantinya kita bisa mengembangkan apakah akan jadi toko online, blog pribadi, atau majalah online.

Nah bagimana tuh menurut para ibu yang masih awam tiba-tiba belajar IT yang terkesan rumit? “Awalnya memang asing ya denger istilah kaya HTML. Tapi perlahan-lahan ternyata bisa kok,”ujar wanita berjilbab ini.

Tantangan mengajar para ibu rumah tangga ini juga dirasakan salah satu mentor Coding Mum, Sofyan. Dengan Pria yang menjadi mentor di program Coding Mum Makassar ini sempet bingung saat ditawarin ikut program Training of Trainer untuk Coding Mum.

“Pertanyaan saya, bisa gak ya. Mahasiswa saya aja dikasih tugas belum tentu bisa. Lalu, gimana ngajarinnya. Lalu, kita ini kekurangan programer, lah lulusan saya ini ke mana kok harus melatih ibu-ibu? Masalahnya apa? Itu empat pertanyaan yang muncul di benak saya,”ujar dosen STMIK Kharisma Makassar tersebut.

Dengan kita Mengajarkan cara membuat website kepada ibu-ibu jelas beda dengan mengajar materi yang sama kepada mahasiswa. Sofyan memulai dengan mengajak ibu-ibu berbagi mengenai hal-hal sehari-hari. Misal, ngomongin makanan, lalu anak. Antusias kan? Nah, baru di situ masuk materi.

Terus, kira-kira bisa gak ya? Ternyata hasilnya wow. Sofyan memuji antusiasme para ibu untuk belajar, bahkan di dua pertemuan terakhir mereka meminta kelas tambahan. Ini karena mereka semua berlomba menampilkan presentasi terbaiknya.

Seru kan ternyata belajar jadi programer? Tapi, ngomong-ngomong kenapa sih ada program Coding Mum?

Continue Reading

Share